Turun Naik, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Harga Telur Susah Ditebak

Harga telur ayam dalam negeri di pasar tradisional terpantau turun. Namun pedagang mengeluhkan terkait naik turunnya harga telur yang sukar ditebak.

Pedagang di Pasar Kebayoran Lama bernama Ning (24) mengatakan, harga telur ayam dalam negeri sekarang turun Rp 1.000, dari Rp 22 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 21 ribu per kg.

“Tapi dia (harga telur ayam dalam negeri) enggak ketebak harganya, bakal naik atau turun. Paling bentar lagi naik,” keluh dia saat ditemui di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Penurunan harga telur ayam dalam negeri tidak diikuti komoditas telur jenis lainnya, semisal telur ayam kampung dan telur asin.

Telur ayam kampung belum berubah secara harga, masih dijual Rp 2.200 per butir, sedangkan telur asin stabil pada angka Rp 28 ribu per kg.

Sementara itu, pedagang lainnya yang bernama Amin (70) menambahkan, penurunan harga telur ayam dalam negeri memang sudah terjadi sejak sebulan lalu.

Di kios dagangannya, harga komoditas ternak ini harga telur ayam kampung ditawarkan sebesar Rp 2 ribu per butir. “Kalau telur asin saya biasa jual Rp 27 ribu per kg, stabil kok itu,” tandas dia.

Harga Cabai dan Bawang Putih Turun

Harga cabai rawit merah dan bawang putih di pasar tradisional kini terus menurun. Penurunan harga cabai rawit merah hingga separuhnya jika dibandingkan saat harga sedang tinggi-tingginya satu bulan lalu.

Uus (50), salah seorang pedagang di Pasar Kebayoran Lama mengatakan, ramainya pasokan cabai rawit merah dari penyetor menjadi faktor utama yang membuat harganya berkurang.

“Cabai rawit merah kan sempat tuh Rp 70 ribu per kg, tapi sekarang makin turun jadi Rp 35 ribu per kg. Pasokannya lagi banjir (banyak, dari penyetor), makanya harga turun,” kata dia kepada  di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Komoditas cabai lain, yaitu cabai merah keriting juga ikut turun, dari sebelumnya Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

“Yang stabil (tidak naik, tidak turun) paling cabai rawit hijau, tetap Rp 35 ribu per kg,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *