Wajah Pagi Lembah Surga yang Terlempar di Bumi

Kabut belum beranjak pergi kala matahari mulai mengintip di ufuk timur. Udara dingin tak mengurungkan petani-petani desa Serang, Karangreja, Purbalingga menengok ladang.

Semakin pagi mereka berangkat, lekas selesai pula jadwal hari ini. Bersicepat dengan matahari, mereka menyambut berkah pagi.

Desa Serang, barangkali tak semegah atau seterkenal Lembang, Bandung sebagai destinasi wisata alam. Tetapi soal kesegaran udara dan keindahannya, Serang boleh diadu.

Desa ini berada di kaki Gunung Slamet nun jauh dari keramaian. Kesegaran alamnya menjadi nilai tambah yang sulit dicari tandingannya.

Lembah Asri, Serang, Purbalingga bermetamorfosis dari lembah di kaki gunung nan sepi, menjadi destinasi wisata yang banyak diminati. Pengelola berhasil menyulap lembah menjadi lembah surga yang hadir di bumi.

Jika dilihat dari jalan utama yang berposisi lebih tinggi, Lembah ini bak cekungan mangkuk yang simetris. Sebuah mangkuk yang dihias wisata alam berwarna-warni.

Turis Bisa Petik Stroberi Sepuasnya

Tak hanya mengandalkan keindahan dan kekhasan alam pegunungan, pengelola menyiapkan beragam wahana modern. Pengunjung bisa berkecipak dengan sepeda air di kolam pegunungan atau berkelana dengan perangkat ATV.

Untuk anak-anak, tersedia palygorund dengan berbagai wahana permainan menantang, namun dijamin keamanannya.

Ada pula rumah kurcaci. Titik itu menjadi idola baru para pemburu swafoto dan anak muda yang sedang “demam” wisata alam dengan sentuhan modern nan unik.

Pelan namun pasti, pola pencaharian petani Serang yang tadinya mengandalkan tanaman musiman, berubah menjadi petani yang sadar wisata. Mereka menanam beragam buah dan bunga-bungaan yang bisa menjadi buah tangah para pengunjung Desa Wisata Serang.

Desa Serang adalah sedikit dari kawasan pertanian stroberi yang membolehkan pengunjung memetik sendiri, sepuas hati. Namun, tentu ada harga yang harus dibayar.

Di lahan pertanian warga ini, orang tua dapat mendidik anaknya secara langsung, bagaimana alam menyediakan segala kemudahan untuk manusia.

Berkah Desa Wisata untuk Warga Serang

Seorang warga, Suwaryo, adalah salah seorang yang menerima berkah perubahan pola pencaharian ini. Wisata telah membuka kesempatan sumber perekonomian baru untuk Desa Serang.

Di luar agrowisata yang kali pertama dikembangkan, peluang lain seperti warung kelontong, rumah makan, hingga toko souvenir pun laris manis lantaran banyaknya turis yang berkunjung.

“Tiap akhir pekan kami kedatangan banyak wisatawan. Itu membuat kami semangat bikin wisata kuliner dan souvenir,” tuturnya, awal Februari 2018 lalu.

Untuk mendongkrak kunjungan dan memopulerkan Desa Wisata Serang, pemerintah desa, pengelola dan Pemerintah Daerah Purbalingga menggelar beragam acara. Salah satunya, Festival Gunung Slamet.

Tahun ini adalah kali ketiga gelaran akbar itu. Sejauh ini, Festival Gunung Slamet terbukti mendongkrak popularitas dan kunjungan wisata Desa Wisata Serang.

Jumlah wisatawan yang mengunjungi Desa Wisata Serang tercermin dari besarnya retribusi yang masuk ke pengelola wisata. Pada 2017 lalu, besar pendapatan dari sektor wisata mencapai Rp 1,7 miliar.

Pendapatan Total Desa Serang dari Sektor Pariwisata

Lembah Asri hanya lah satu dari banyak destinasi yang bisa dikunjungi di Desa Serang. Lembah Asri dibangun dan dikelola oleh Pemdes Serang yang pendapatannya bisa mencapai Rp 5 juta perhari.

Dalam satu tahun, jumlah pengunjung ke Lembah Asri sudah mencapai 294.000 orang dengan pemasukan menyentuh angka yang cukup fantastis.

“294 ribu itu hanya dari Lembah Asri. Apabila ditotal dengan spot swadaya yang dikelola para pemuda jumlahnya mencapai 500.000 orang,” ucap Sugito.

Dari pendapatan sebanyak itu, dibuat regulasi agar biaya operasional tidak boleh lebih dari 60 persen. Sebanyak Rp 300 juta diantaranya, disetorkan ke desa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Target pendapatan pada tahun 2018 ini di Lembah Asri D’Las menjadi Rp 1,8 miliar,” dia mengungkapkan.

Dia menerangkan, Lembah Asri D’Las dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Dibentuk pula Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk membangun masyarakat pariwisata.

Pokdarwis ini pula yang secara pelan namun pasti mendidik warga serang untuk menjadi masyarakat pariwisata. Potensi alam dan beragam wahana modern mesti dibarengi dengan masyarakatnya yang siap menjadi pelaku wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *